"Saya tidak pernah tanda tangan dokumen tersebut," kata Firli
Uang itu diduga untuk mengamankan nama Aliza dari perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah.
Bersama dengan pengacara Maskur Husain, Robin menakut-nakuti Azis dengan status tersangka.
Menurut Robin, Lili dibantu oleh seorang pengacara bernama Arief Aceh untuk memainkan perkara di KPK
Maskur Husain menyebut uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi.
Maskur mengaku menerima suap sebesar Rp2,3 miliar ditambah uang dalam bentuk valas nilainya antara USD 26 ribu hingga USD 36 ribu.
"Yang aktif meminta bantuan pertama kali untuk mengurus perkara M Azis Syamsuddin terkait Lampung Tengah adalah saudara M Azis Syamsuddin sendiri,".
"KPK senantiasa terus berbenah, membuat banyak terobosan baru untuk menyempurnakan setiap metode penanganan korupsi," kata Firli Bahuri.
Mengingat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 471 laporan dugaan tindakan rasuah di DKI Jakarta sepanjang 2021.
Adi seharusnya sudah ditahan KPK pada 10 November 2021 lalu. Namun, Adi tidak hadir karena mengaku sakit.