Laporan itu terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Pemantauan dilakukan KPK jauh sebelum Rahmat Effendi ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Peringatan ini disampaikan KPK menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.
Hasil survei menunjukkan lebih banyak warga menilai kondisi pemberantasan korupsi di pemerintah saat ini masuk dalam kategori buruk
Ade Puspita menuding KPK mengincar "kuning" yang diduga merujuk pada Partai Golkar. KPK dinilai tidak punya bukti atas penangkapan Rahmat Effendi.
Ade Puspita, putri dari Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi, menuding jika KPK sedang mengincar "kuning".
Ade Puspita menuding KPK mengincar "kuning" yang diduga merujuk pada Partai Golkar.
"Memang ini "Kuning" sedang diincar, kita tahu sama tahu siapa yang sikat kuning, tapi nanti di 2024 jika kuning koalisi dengan oranye mati lah yang warna lain," kata
Penggeledahan itu terkait penyidikan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi
Kedua terpidana kasus suap penanganan perkara di MA itu bakal menjalani pidana penjara selama 6 tahun berdasarkan putusan di tingkat kasasi.