Indonesia, menurut Nasir masih kalah dari Singapura dalam urusan penganggaran riset.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir membuka acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2017 ke-22 di Pelabuhan Paotere Makassar
Komisi X DPR yang membidangi Pendidikan Tinggi (Dikti) akan memanggil Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir.
Ketetapan itu berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek-Dikti RI) , Muhammad Nasir dengan nomor 69195/A2.3/KP/2017.
Riset ini juga menelurkan sejumlah rekomendasi. Dimana perlu adanya action point pada regional level, receiving country, dan sending countries.
Berdasarkan riset Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan, sumber daya tenaga terampil di Indonesia masih kurang memadai.
Indonesia memiliki beberapa potensi untuk bersaing dalam era globalisasi.
"Staff Anda meminta saya tampil di inagurasi, setelah riset singkat di internet saya pikir Anda seorang tiran. Bye (empat emoji poop)," tulisnya.
Pengembangan riset dan inovasi harus berbasis pada kearifan lokal yang ada.
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Jumeri menyebut vaksinasi Covid-19 pada siswa, akan memberikan rasa aman dan menjaga keselamatan siswa saat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.