Masih banyak masyarakat yang kurang peduli akan pentingnya proteksi diri terutama saat mudik.
Cara-cara pemerintah dengan mengawasi kampus dan dosen dianggap mencederai demokrasi dan merusak upaya membangun penguatan masyarakat sipil.
Baru-baru ini masyarakat Indonesia terutama umat Islam Indonesia kaget bukan kepalang dan geram dengan munculnya isu bahwa ada sekitar 40 masjid yang diduga menyebarkan ajaran radikalisme dan intoleransi.
Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana tak memungkiri, pemikiran atau paham radikalisme ada di setiap kampus dan lingkungan masyarakat. Bahkan, di lingkungan keluarga, pemikiran radikalisme itu pasti ada.
Komisi VII DPR RI menginginkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dapat menikmati dari setiap tetes APBN, khususnya pada rencana subsidi tahun 2019.
Tak hanya kalangan masyarakat awam, dukungan atas kejadian yang dialami Via Vallen juga datang dari deretan selebriti ini.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) gelar Dialog Interaktif dan Buka Puasa Bersama Menggali Gagasan dan Aksi Kolektif dalam rangka Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Gedung Makarti Muktitama Kemendes PDTT.
Diakui setelah 73 tahun Indonesia merdeka, di tengah masyarakat masih ada saja kejadian seperti gizi buruk, busung lapar, masyarakat yang tak menikmati listrik, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.
Jakarta sebagai pusat malah lebih sepi pengunjung, padahal menurutnya, ada sekitar 22 wahana ditawarkan, untuk membuat masyarakat menambah wawasan sembari mencoba wahana-wahana tersebut.
Saat ini animo masyarakat dan public figure sangat tinggi dalam menyumbangkan barang-barang layak pakai mulai dari pakaian, sepatu, asesoris hingga sound system.