Serangan pada Kamis terjadi saat Prancis masih belum pulih dari pemenggalan kepala sekolah menengah Prancis Samuel Paty awal bulan ini oleh seorang pria asal Chechnya.
Khan mengatakan para pemimpin negara-negara ini tidak memahami cinta dan pengabdian yang dimiliki Muslim di seluruh dunia untuk Nabi Muhammad dan kitab suci mereka Alquran.
Profesor ilmu politik Emirat Abdulkhaleq Abdulla menuduh Ikhwanul Muslimin di Kuwait merencanakan kampanye boikot produk Prancis
Dukungan karikatur Nabi, serta komentar Presiden Macron, pada 2 Oktober mengatakan Islam berada dalam krisis, telah memicu reaksi balik dari umat Islam di seluruh dunia.
Rabu lalu, Macron mendukung seorang guru Prancis yang menampilkan kartun yang menghina Nabi Muhammad di kelasnya.
Guru sejarah, yang bernama Samuel Paty dibunuh seorang remaja berusia 18 tahun setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya saat mengajarkan kebebasan berekspresi.
Sejumlah warga Mesir di media sosial menyerukan boikot produk Prancis
ada sekelompok orang yang berusaha mengambil keuntungan dengan menggerakkan buzzer untuk menyerang produk tertentu.
Pemimpin Turki menyerukan boikot barang-barang Prancis dan parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris.
Menurut Ahmad Basarah, seharusnya Presiden Prancis bersikap bijak saat menyatakan pendapat yang kira-kira bisa menyinggung perasaan umat beragama di negerinya sendiri maupun di tingkat internasional.