Ribuan warga Palestina berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk memprotes pernyataan anti-Islam Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Peristiwa itu terjadi dua hari setelah seorang pria meneriakkan takbir memenggal kepala seorang wanita dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di Nice.
Macron telah mengerahkan ribuan tentara untuk melindungi situs-situs seperti tempat ibadah dan sekolah, dan para menterinya memperingatkan bahwa serangan militan Islam lainnya dapat terjadi.
Jokowi menegaskan, kebebasan berekspresi yang menciderai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.
Massa Aliansi Mahasiswa Muslim Bersama Ummat (AMMBU) menggelar demo mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai melecehkan agama Islam.
Pernyataan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menghina agama Islam dan melukai perasaaan umat islam di seluruh dunia
Sheikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Islam Palestina, menyatakan bahwa kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh seorang guru di Prancis telah melukai perasaan umat Islam.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengutuk serangan itu dan mengatakan menolak ekstremisme dan terorisme dalam segala bentuk dan bentuk terlepas dari motifnya.
Tercatat terdapat total 4.023 WNI yang menetap di Perancis dimana 25 orang diantaranya tinggal di Nice dan sekitarnya.