Selama pandemi, perempuan lebih terpapar daripada laki-laki terhadap konsekuensi berbahaya, kata Guterres, mengutip kehilangan pekerjaan, pelecehan seksual atau pernikahan anak.
Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) prihatin dengan hasil studi yang dilakukan UNDP dan J-PAL SEA.
Studi tersebut mengkonfirmasi kenyataan bahwa perempuan terdampak secara tidak proporsional oleh situasi seperti pandemi,
Laporan catatan tahunan (Catahu) 2020 dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyebut dari total 3602 kekerasan terjadi di ranah publik.
Washington akan bergabung dengan Kelompok Teman PBB untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan, yang didirikan tahun lalu dan dipimpin oleh Uni Eropa.
Ketiga dosa besar yang masih ada di satuan pendidikan tersebut ialah intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying).
Para perempuan di Indonesia diharapkan mampu mengkampanyekan perang melawan kekerasan berbasis gender (KBG).
Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan sejumlah lembaga mitra menerima laporan 8.234 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020.
Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk.
Pembunuhan itu juga sesuai dengan pola dukungan Putra Mahkota karena menggunakan tindakan kekerasan untuk membungkam para pembangkang di luar negeri.