Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini sudah menewaskan 846 orang di Bangladesh dan jumlah total infeksi pada Sabtu (6/6) mencapai 63.026.
Amnesty International mengatakan pihaknya yakin mungkin ada setidaknya tiga kapal di laut lepas terdampar selama beberapa minggu tanpa makanan dan air, dengan risiko kematian yang tinggi.
Pembebasan itu dilakukan setelah muncul kekhawati penjara-penjara Myannar yang penuh sesak tersebut bisa menjadi pusat penyebaran wabah virus corona (COVID-19) yang tak terkendali.
Beberapa hari setelah itu dilaporkan bahwa belasan orang tewas di atas kapal yang ditolak masuk ke negara itu dan dibiarkan terapung-apung.
Pejabat maritim Distrik Utara, Kapten Zulinda Ramly, mengatakan para pengungsi itu terdiri dari 152 pria, 45 perempuan, dan lima anak-anak.
Anggota parlemen daerah, Tun Thar Sein, mengatakan, pertempuran Sabtu (29/2/) pecah setelah Tentara Arakan menyerang konvoi militer yang melewati daerah itu.
Keputusan Mahkamah Internasional itu dikeluarkan meskipun banding bulan lalu oleh pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi bagi para hakim untuk membatalkan kasus itu
Sidang Umum meloloskan resolusi yang menyerukan agar pemerintah Myanmar mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencegah pelanggaran HAM terus terjadi.
Lebih dari 730.000 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh pada 2017 untuk menghindari tindakan keras yang dipimpin militer
Tentara Angkatan Laut Myanmar menahan 173 warga etnis Rohingya di atas kapal di lepas pantai selatan pada akhir pekan lalu.