Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta Perpusnas RI berkontribusi menghadirkan literatur sejarah yang otentik untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang tengah marak sehingga dapat menjadi referensi sejarah yang akurat dan valid.
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI kembali menjalin kerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip Nasional Republik Islam Iran.
Membaca dan menulis diyakini akan menciptakan peradaban baru, karena menulis dan peradaban tidak dapat dipisahkan.
Perpusnas dalam hal ini memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan literasi kelapa agar kelapa kembali menjadi komoditas unggulan nasional.
data Perpusnas menyebutkan baru 30 juta penduduk Indonesia yang familiar dengan digitalisasi konten ilmu pengetahuan.
Kepala Perpusnas berharap, ke depan, pertukaran informasi dan pengetahuan, pengiriman sumber daya manusia, dan pertukaran bahan pustaka, dapat berlanjut.
harus ada sinergi baik yang terjalin antara Perpusnas dengan Bunda Literasi dan perguruan tinggi guna menghasilkan penerus bangsa yang mampu bersaing dalam kompetisi global.
Angka ini cukup menguatkan bahwa orang Indonesia bukan malas membaca, tapi ketersediaan buku yang kurang.
Kedua perpustakaan akan bekerja sama dan mengembangkan kegiatan penelitian bersama, pertukaran koleksi buku, penyelenggaraan pameran dan acara bersama termasuk dalam format daring, pengembangan kapasitas dan pertukaran pengalaman sumber daya manusia,
Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, Perpusnas menyediakan layanan daring yang bisa diakses setiap saat dan bebas biaya.