Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, dalam pengadaan formasi dan afirmasi bagi tenaga pustakawan
Faktor anggaran masih menjadi kendala dalam upaya digitalisasi perpustakaan. Hal ini mengemuka dalam Rakornas Perpustakaan 2022 pada Rabu (30/3) petang ini.
Muhadjir mengatakan arus informasi di era digital sudah sangat mudah dijangkau, bahkan dunia mengalami kelimpahruahan sumber-sumber belajar, dan begitu mudahnya untuk mengakses sumber belajar itu.
Tercatat, Rakornas Perpusnas tahun ini akan diikuti 10.000 peserta, dan diisi dengan beragam diskusi menarik yang mengupas persoalan dan tantangan literasi Indonesia. 750 peserta akan hadir secara luring dan 9.250 peserta secara daring.
Literasi dan karakter masyarakat menjadi dua unsur yang tidak dapat terpisahkan dalam perkembangan masyarakat Bima yang literat. Masyarakat Bima sudah lama hidup dalam falsafah Maja Labo Dahu.
Pustakawan dapat bekerja sama dengan guru untuk mengumpulkan dan membuat materi digital terbaru, kemudian menyebarluaskan materi digital tersebut melalui kanal-kanal yang dapat diakses oleh para siswa.
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengalokasikan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), untuk membangun gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali, Remen Maos.
Perpusnas sangat bangga bisa menjadi bagian dari penyelenggaraan Pekan Memori Kolektif Dunia, MOWEEK tahun ini.
Komisi X DPR RI menyetujui pagu definitif Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp667.521.289.000 pada Senin (20/09).
Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) secara khusus memberikan apresiasi berupa penghargaan tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka.