Update dampak banjir hingga 5 Oktober 2020 pagi adalah 154 jiwa mengungsi, 92 RT dan 6 ruas jalan tergenang,
Jumlah warga yang mengungsi dari Tembagapura ke Timika hingga Senin mencapai 1.527 orang. Ribuan warga ini berasal dari Kampung Waa Banti, Kimbeli, Kali Kabur dan Banti
Sekitar 900.000 warga sipil telah mengungsi sejak rezim Suriah memulai ofensifnya di provinsi Idlib dengan bantuan kekuatan udara Rusia
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat lebih dari 19 ribu warga Jabodetabek mengungsi akibat banjir beberapa waktu lalu.
Luapan sungai setinggi empat meter itu menyebabkan 400 hingga 800 jiwa mengungsi ke tempat yang aman.
Jumlah korban akibat bencana 477 orang meninggal, 109 orang hilang, 3.415 orang luka-luka dan 6.111.901 orang menderita dan mengungsi
Sebagian besar orang terlantar mengungsi ke daerah yang lebih aman, ada yang tidur di kebun dan lainnya tidur di sekolah yang sudah diubah menjadi tempat penampungan darurat.
Sejak Desember 2018, pertempuran antara militer dan Tentara Arakan meningkat di Rakhine. Lebih dari 50.000 mengungsi karena konflik itu, menurut kelompok masyarakat sipil.
Sejak protes anti-pemerintah yang damai pada tahun 2011 berubah menjadi konflik habis-habisan, sekitar 375.000 orang telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.
Lava dan abu Gunung Ulawun sudah mulai berkurang, namun terdapat 7.000 hingga 13.000 penduduk sekitar terpaksa mengungsi.