Menunjuk statistik Program Pangan Dunia, Bachelet juga memperingatkan bahwa sanksi yang dijatuhkan administrasi Presiden AS Donald Trump sudah sangat memukul sumber daya negara itu.
Sumber resmi mengklaim bahwa banyak rakyat Venezuela yang sudah tewas akibat tindakan hukuman AS yang menghambat impor makanan dan obat-obatan Venezuela.
Maduro menuduh Washington menyusun rencana melawan pemerintahnya dan mengatakan Presiden AS Donald Trump sudah memberi perintah untuk mengisi Venezuela dengan kekerasan dengan dukungan Guaido.
Menurut statistik Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya 3,3 juta orang sudah meninggalkan negara yang berpenduduk 30 juta sejak akhir 2015.
Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela, Elliott Abrams mengatakan, Trump sudah membuat keputusan untuk mendorong lebih keras sanksi di sektor minyak Venezuela.
Washington mengklaim perusahaan Rusia yang berbasis di Swiss, Rosneft Trading SA, mendukung utama Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan Petroleos de Venezuela (PDVSA) dalam upaya untuk menghindari sanksi AS.
Gugatan itu sudah diserahkan kepada kepala jaksa ICC Fatou Bensouda pada Kamis (13/2), disertai dengan surat dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada maskapai itu, mengklaim itu digunakan untuk mentransfer pejabat yang korup di seluruh dunia.
Washington mengancam menjatuhkan semua opsi yang ada dan melakukan langkah provokasi terhadap pemerintah Maduro.
Caracas mengatakan hasil pemilu harus dihormati, menahan diri menangkap Guaido atas kudeta dengan lunak.