Ketegangan di Yerusalem telah berkobar menjadi gangguan terburuk di kota itu sejak 2017 setelah polisi anti huru hara Israel bentrok dengan kerumunan besar jemaah Palestina pada Jumat terakhir bulan suci Ramadan.
Di Jalur Gaza, otoritas Palestina telah melaporkan kematian 20 orang, termasuk sembilan anak-anak, ketika Israel menyerang militan yang menembakkan roket ke Yerusalem.
Organisasi Muslim Amerika mengecam keras kekerasan Israel di Masjid Al-Aqsa, yang telah menyebabkan ratusan warga Palestina terluka selama bulan suci Ramadhan.
Warga Palestina dalam beberapa hari terakhir telah melakukan aksi solidaritas dengan penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur dimana polisi Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa.
Tindakan brutal kepolisian Israel yang dilaporkan menyerang umat Islam di dalam Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur pada Sabtu (8/5) malam menuai protes keras dari berbagai pihak.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk agresi militer Israel terhadap warga sipil Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem.
organisasi itu mengatakan terkejut dengan kebrutalan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara Israel terhadap penduduk Palestina di Yerusalem.
Kementerian Luar Negeri Saudi mengutuk tindakan sepihak Israel karena merusak peluang untuk melanjutkan pembicaraan damai.
Liga Arab mengutuk penggusuran paksa penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Mereka menyebutnya sebagai kejahatan yang tak bisa ditolerir.
Dia merujuk situasi saat ini di Yerusalem , mencatat bahwa itu di ambang kehancuran dan dapat dengan cepat meningkat.