Warga yang mau mencari kehidupan baru ke kota agar memiliki keterampilan kerja yang memadai agar cepat terserap pasar kerja.
Warga setempat memanfaatkan potensi lahan kosong untuk fasilitas umum seluas 7.700 meter persegi.
Peminatnya meningkat bahkan sampai memunculkan petani-petani tanaman hias dari generasi milenial yang sukses.
klaim ramah lingkungan produk galon sekali pakai yang beredar di pasaran hanyalah sebuah gimmick.
Banyak penduduk urban yang kembali ke Desa dan melakukan aktifitas bertani saat mereka kehilangan pekerjaan ataupun penurunan pendapatan.
Demam bertani juga melanda banyak masyarakat di kawasan perkotaan melalui budidaya urban farming.
pertanian kota memiliki potensi besar untuk berakselerasi, sebab urban farmin atau pertanian di perkotaan hanya memerlukan sentuhan mekanisasi dengan dukungan benih dan bibit berkualitas, serta asupan pupuk yang cukup.
Berawal bertanam di pekarangan rumah kemudian berlanjut bertanam diatas saluran air didepan rumahnya.
Upaya untuk mengadopsi sistem Urban Farming di wilayah perkotaan juga menghasilkan produk yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan.
Warga kota bisa menghasilkan sayur sendiri melalui inovasi pertanian hidroponik dengan memanfaatkan paralon dan ember bekas.