Rentannya sektor ekonomi akibat pandemi, turut membuat ideologi bangsa rentan terhadap infiltrasi ideologi asing, termasuk terhadap radikalisme dan ekstrimisme.
Tekanan dan beban kehidupan yang dirasakan semakin sulit dan berat, terutama di saat pandemi saat ini, berpotensi mendorong tumbuh suburnya radikalisme sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan persoalan hidup.
Bangsa Indonesia tidak boleh mengabaikan fakta, bahwa faham radikalisme tidak semata-mata terpapar dan terdistribusi melalui proses indoktrinasi yang dilakukan secara langsung, atau melalui pendekatan dan metodologi konvensional lainnya.
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan kunci agar Indonesia bisa segera merdeka dari pandemi Covid-19 dan ancaman radikalisme adalah vaksinasi kesehatan dan vaksinasi ideologi.
Merujuk indeks kerentanan radikalisme, Indonesia masih di level 43,6 atau masih di titik rawan.
Kesatuan sebagai bangsa dapat diperkuat dengan mencegah radikalisme serta informasi hoaks supaya tidak mengganggu kehidupan masyarakat.
Seorang pria Sydney yang diduga sebagai anggota kelompok ISIS, ditangkap oleh kepolisian Australia pada Sabtu (19/6).
Densus 88 Polri mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran radikalisme.
Komisi I DPR RI menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 13 calon Anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Periode 2021–2026. Uji kelayakan dan kepatutan yang digelar hari ini, Rabu (19/5).
Moeldoko sebagai sosok yang kuat di segala bidang