Pengadilan kriminal di kerajaan Teluk Persia yang kaya minyak menjatuhkan hukuman kepada Abdullah al-Saleh pada Minggu, setelah terdakwa dinyatakan bersalah karena menyebarkan berita palsu tentang Arab Saudi.
Kunjungan itu terjadi sehari setelah Manama meresmikan perjanjian dengan Kuwait untuk bantuan keuangan dalam mendukung ekonomi Bahrain sebagai bagian dari paket bantuan dengan tetangga Teluk lainnya.
Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan mengumumkan larangan itu menyusul wabah flu burung yang menular, H5N8, di Kuwait. Namun beberapa produk unggas yang diberi perlakuan khusus akan diizinkan.
Dalam kesempatan itu Hidayat juga mempertemukan Badr Al Sumaith dengan perwakilan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Zakat, dan PKPU Human Initiative.
Rahaf Mohammed al-Qunun mengatakan dia melarikan diri dari Kuwait ketika keluarganya mengunjungi Negara Teluk tersebut.
Kuwait telah melakukan mediasi antara Qatar dan blok pimpinan Saudi, yang memberlakukan blokade darat, laut dan udara di Qatar tahun lalu.
Media Kuwait, termasuk Al-Qabas dan Al-Rai mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa Tzion memasuki negara dengan paspor Amerika Serikat.
Didanai bersama oleh Perancis, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, nilai proyek tersebut 22,9 miliar dirham (USD2,4 miliar)
Kasus ini mulai terkuak setelah Departemen Urusan Umum Residensi melakukan pemeriksaan mendadak di Jleeb Al-Shuyoukh beberapa hari yang lalu.
Bulan lalu, Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, mengunjungi Kuwait untuk membahas pembukaan kembali produksi minyak dari zona itu.