BPTPH Lampung saat ini sedang membuat teknologi antisipasi dampak perubahan iklim.
Kementan masih terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian salah satunya dengan melakukan percepatan musim tanam sebagai antisipasi kekeringan saat kemarau.
Penting menjaga ketersediaan pangan masyarakat terutama di masa pandemi COVID-19. Apalagi menghadapi musim kemarau panjang menurut prakiraan BMKG.
Setiap Kabupaten, Kecamatan, Desa bahkan petani harus memiliki stok pangan atau tempat penyimpanan/ lumbung pangan secara mandiri.
Keadaan kemarau ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap berkurangnya ketersedian air untuk kebutuhan tanaman.
UPJA ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kanca Tani. Alat mesin pertanian yang dikelola salah satunya adalah mesin tanam rice transplanter
Puncak Musim Kemarau akan terjadi di bulan Agustus hingga September 2020
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan akan terjadi kemarau yang lebih kering dari biasanya di beberapa daerah.
Penyuluh pertanian makin gencar mengawal petani melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan ketersediaan air di tengah ancaman musim kemarau.
Berdasarkan data EWS Ditjen Hortikultura produksi bawang merah nasional bulan Mei hingga dengan Agustus 2020 masih surplus.