Tim penyidik saat ini masih fokus menyelisik adanya aset milik Abdul yang memakai identitas orang lain. Hal itu sempat dikonfirmasi kepada sejumlah saksi.
Aset itu milik mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo dan mantan Direktur Utama PT HNW Sutrisno.
Adapun KPK dalam keterangan tertulisnya menyebutkan Boyamin sebagai Direktur PT Bumi Rejo.
KPK menduga beberapa transaksi mencurigakan itu berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan yang menjerat Abdul Gafur.
Hal itu didalami tim penyidik lewat pemeriksaan Febriana Anidya, karyawan PT SMI, pada Kamis (21/4).
Pengusutan kasus ini dinilai sebagai gambaran, bahwa memberantas korupsi bukan hanya urusan KPK, namun tanggung jawab bersama.
Hal itu didalami saat memeriksa perwakilan PT Pertamina (Persero).
"Rencananya begitu, tetapi saya dapat laporan yang bersangkutan minta ditunda dan dijadwal ulang," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Panggabean.
Dugaan tersebut dikonfirmasi lewat pegawai PNS pada Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Ochtavian Runia Pelealu pada Rabu (20/4) kemarin.
"Hadir dan dikonfirmasi antara lain adanya dugaan aliran uang untuk kepentingan AGM dalam kegiatan Musda Partai Demokrat,"