Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling mematikan. Hal ini juga cukup banyak dialami di seluruh dunia.
Rencana imunisasi awal negara bertujuan untuk memvaksinasi 300 juta orang, yang terdiri dari petugas kesehatan, staf garis depan termasuk polisi dan mereka yang dianggap rentan karena usia atau penyakit lain pada Agustus 2021.
Sekitar 170.000 orang di fasilitas perawatan jangka panjang menerima suntikan pada 30 Desember meskipun 2,2 juta dosis telah didistribusikan untuk penduduk, menurut data yang dirilis dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dengan sisa waktu kurang dari tiga hari, baru sekitar 2,1 juta telah menerima suntikan pertama vaksin.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan ada 1.132 kasus COVID-19 baru pada Jumat (25/12), tidak jauh dari rekor 1.241 yang tercatat sehari sebelumnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengklaim telah mendistribusikan lebih dari 9,46 juta dosis di AS.
Meskipun tidak ada indikasi varian tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, banyak negara di Eropa dan sekitarnya telah membatasi perjalanan dari Inggris sebagai akibatnya.
Sebab jika vaksinnya efektif, maka segera akan terbentuk antibodi yang membuat masyarakat kebal terhadap suatu penyakit.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Erika, Sp,JP. FIHA menuturkan pengalamannya merawat pasien Covid-19, yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).
Pahlawan Italia di Piala Dunia 1982 itu tutup usia setelah berjuang melawan penyakit.