Amerika Serikat (AS) gagal dan akan terus gagal dalam kampanye tekanan maksimum terhadap bangsa Iran.
Penggunaan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai senjata untuk menyerang negara lain hanya akan menyusahkan warga biasa.
Arab Saudi bersedia menormalkan hubungannya dengan Israel jika Washington bersedia membantunya mengalahkan Iran.
Israel menuju kehancuran karena berbagai kelemahan yang intrinsik terhadapnya dan kekuatan-kekuatan regional eksternal yang berusaha memusnahkannya.
Iran sudah mengerahkan langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan untuk menangkal segala macam agresi dari musuh.
Iran tidak mendapat untung dari serangan terhadap pabrik pengolahan minyak di sebelah timur Arab Saudi pada 14 September.
Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru pada warga negara dan perusahaan China atas dugaan mengangkut minyak mentah Iran.
Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Serangan pada 14 September lalu itu sudah terang-terangan diklaim oleh militer Houthi. Namun Saudi tetap bersikukuh mengatakan bawah seranga tersebut disponsori oleh Iran.
Pembukaan persimpangan yang menghubungkan kota Qaim di Irak dan Boukamal di Suriah itu, diperkirakan akan memperkuat perdagangan antara kedua negara Arab tersebut.