Konflik Israel-Palestina, ancaman Iran, hingga kepergian Inggris dari Uni Eropa (Brexit) akan menjadi topik pembicaraan hari ketiga Sidang Umum PBB, pada Kamis (26/9).
Pernyataan tersebut mengulangi tuduhan AS bahwa Iran mensponsori terorisme, secara sewenang-wenang menahan warga AS, mengancam negara tetangga, dan melakukan serangan dunia maya.
Ada lima warga negara Tiongkok dan enam perusahaan, termasuk dua anak perusahaan Cosco Shipping Corporation, menjadi target dalam langkah baru tersebut.
Trump kembali melontarkan tudingan yang tidak berdasar terhadap program nuklir dan rudal balistik sipil Iran, serta dukungan Teheran bagi orang-orang di negara-negara yang dilanda perang Suriah dan Yaman.
Israel dikenal sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, namun tidak mengkonfirmasi atau menyangkal memiliki bom atom.
Trump akan menjual kebijakan kerasnya terhadap Iran, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (24/9).
Iran tidak dapat bertekuk lutut di bawah sanksi keras Amerika Serikat (AS).
Iran menunggangi serangan pesawat tak berawak baru ini di dua kilang minyak utama di Arab Saudi.
AS dan Arab Saudi telah menyalahkan Iran atas serangan yang terjadi 14 September 2019 lalu, yang pada awalnya mengurangi separuh produksi minyak Saudi. Gerakan Houti yang selaras dengan Iran telah mengklaim bertanggung jawab.
Keputusan AS baru ini untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran dan meningkatkan pasukan di wilayah Teluk Persia adalah masalah pencegahan dan pertahanan.