Di sini kita hadir untuk mengenang perjalanan hidup dan darma bakti mantan Anggota DPD RI, Bapak Sabam Sirait, seorang tokoh bangsa yang banyak jasanya bagi pembangunan demokrasi, penegakan hak asasi manusia dan keadilan, serta pelestarian nilai-nilai kebhinekaan bagi keutuhan bangsa ini.
Soal impor kami menaruh harapan besar pada Ketua DPD RI agar ingatkan pemerintah. Karena impor ini yang terpukul adalah para buruh atau pekerja. Kalau semua impor, produksi akan terhenti dan tentunya berakibat tidak ada pekerjaan bagi para pekerja.
Kita berharap pemerintah tidak mengabaikan permasalahan polusi udara di Indonesia terutama di kota-kota besar. Perlu ditangani dengan khusus, diantaranya kebijakan terkait penanganan polusi udara dengan melibatkan berbagai unsur yang saling berkaitan dan menyeluruh.
Menghormati dan tenggang rasa terhadap prosesi ritual keagamaan penganut agama lain merupakan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan itu sendiri. Dan Konstitusi negara kita telah menegaskan hal itu.
Saat sidang bersama DPR dan DPD 16 Agustus 2021, Presiden dan Wapres hadir, saya sampaikan dalam pidato saya, bahwa market place besar, sekelas unicorn yang ada di Indonesia, faktanya didominasi barang impor dari Tiongkok.
Bayangkan, negara-negara tersebut notabene bukan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Tetapi mereka membaca peluang adanya pasar yang sangat besar di sektor produk halal.
Terus terang saya bangga, berbicara di depan para Pejuang Kesehatan Indonesia. Yang selama dua tahun Pandemi Covid telah berjibaku, hingga tidak sedikit dokter dan petugas medis yang mendahului kita dalam masa penanganan Pandemi Covid-19. Insya Allah mereka mendapat tempat yang layak.
Jadi, demokrasi Indonesia harus diselamatkan, salah satunya dengan menguji presidential threshold ini agar makin banyak aternatif calon Presiden.
Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan dengan memperkuat kedaulatan sebagai bangsa terlebih dahulu.
Sebab, sudah dua tahun masyarakat banyak yang tidak pulang kampung. Tentu saja mudik juga sangat berpotensi menjadi roda penggerak ekonomi. Dengan demikian, kita berharap Idul Fitri menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi dan juga kebangkitan kita bersama dalam mewujudkan kehidupan yang kembali normal.