Saat sidang bersama DPR dan DPD 16 Agustus 2021, Presiden dan Wapres hadir, saya sampaikan dalam pidato saya, bahwa market place besar, sekelas unicorn yang ada di Indonesia, faktanya didominasi barang impor dari Tiongkok.
Bayangkan, negara-negara tersebut notabene bukan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Tetapi mereka membaca peluang adanya pasar yang sangat besar di sektor produk halal.
Terus terang saya bangga, berbicara di depan para Pejuang Kesehatan Indonesia. Yang selama dua tahun Pandemi Covid telah berjibaku, hingga tidak sedikit dokter dan petugas medis yang mendahului kita dalam masa penanganan Pandemi Covid-19. Insya Allah mereka mendapat tempat yang layak.
Jadi, demokrasi Indonesia harus diselamatkan, salah satunya dengan menguji presidential threshold ini agar makin banyak aternatif calon Presiden.
Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan dengan memperkuat kedaulatan sebagai bangsa terlebih dahulu.
Sebab, sudah dua tahun masyarakat banyak yang tidak pulang kampung. Tentu saja mudik juga sangat berpotensi menjadi roda penggerak ekonomi. Dengan demikian, kita berharap Idul Fitri menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi dan juga kebangkitan kita bersama dalam mewujudkan kehidupan yang kembali normal.
Kami berharap dengan kunjungan ini berpengaruh besar demi kepentingan pembangunan di Aceh dan Nagan Raya. Mohon kami terus diberi perhatian.
Karena pada prinsipnya kebudayaan nasional adalah puncak dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Tanpa pelestarian kebudayaan daerah, Indonesia tidak akan punya kebudayaan.
Di Silatnas ini ada 34 DPD Provinsi yang hadir. Kita akan sama-sama menyamakan persepsi untuk bagaimana menyatukan KNPI yang hari ini terpecah.
PPUU DPD RI sangat mengapresiasi capaian-capaian Kementerian Dalam Negeri dan berharap program-program tersebut dapat terus dilanjutkan, kami berharap hal ini juga dapat menjadi masukan bagi RUU ini.