Walau saya dan Erick Thohir kerap berbeda, tapi saya sebagai Sekjen Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) ikut mengucapkan salut, hormat dan terima kasih atas kepedulian Menteri Erick Thohir yang memberikan rumah untuk empat keluarga korban Trisakti.
Danareksa (Persero) selanjutnya akan menjadi induk holding rupa-rupa BUMN di kegiatan usaha bidang jasa keuangan, kawasan industri, sumber daya air, jasa konstruksi dan konsultansi konstruksi, manufaktur, media dan teknologi, serta transportasi dan logistik.
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh BUMN dalam hal mendapatkan bantuan financial seperti Kredit Modal Kerja, MTN bahkan bantuan dari mitra bisnis dari luar negeri. Tidak harus tergantung dengan PMN.
Kalaupun MIND ID ke depan tetap untuk berencana melakukan IPO, ada baiknya DPR RI melalui Revisi UU BUMN tetap menjaga agar penghayatan dan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tetap terjaga.
Progam presisi ini kan jelas ya, pesan yang termuat adalah meminimalisir kontak fisik antara petugas di lapangan dengan warga, sehingga konflik of interest bisa dihindari atau tercegah.
Kalau sekarang memang hanya Komisaris dan Direksi beserta pejabat tingkat 1 di BUMN Induk saja yang dimintai LHKPN. Rencana Erick Thohir sebagai Menteri BUMN sangat progresif dan layak diapresiasi karena langkah ini akan mengurangi keinginan prilaku korup di semua entitas anak, cucu dan afiliasi BUMN.
Siapan pun yang terbaik menurut Pena 45, dan layak untuk memimpin 2024.
Dulu mungkin agak sulit memang menyatukan empat pelabuhan yang memiliki wilayah masing-masing. Mereka harus menghitung secara detail logistic cost, belum lagi tentang visi perusahaan yang berkaitan dengan Capex atau Belanja Modal (Capital Expenditure).
Kasus-kasus fraud keuangan di perusahaan BUMN terjadi karena beberapa persoalan. Pertama, ketidakpahaman tentang pengelolaan keuangan dan kelalaian pencatatan laporan keuangan.
Rakyat sangat membutuhkan pemimpin yang punya empati dan selalu berada di tengah mereka.