Polisi menembakkan gas air mata, meriam air, dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat kediaman Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang menunjukkan kemarahan atas buruknya penanganan Covid-19.
Pada hari yang sama, faksi Palestina, Hamas menyerukan peringatan `Hari Kemarahan` di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel. Hamas memperingatkan bahwa permusuhan akan terus berlanjut jika pawai itu tetap digelar.
Namun rencana tersebut telah memicu kemarahan yang meluas, dengan tokoh-tokoh terkenal dari sepak bola dan politik bersatu untuk mengutuk proposal tersebut.
Kemarahan rakyat melanda Kuwait menyusul penemuan produk makanan Israel yang dijual di pasar lokal setelah diimpor dari Uni Emirat Arab (UEA).
Sekelompok pengunjuk rasa masuk ke Istana Al-Maashiq di Aden di tengah kemarahan tentang situasi ekonomi di negara itu. Mereka bubar dengan damai beberapa saat kemudian.
Tindakan tersebut menyebabkan kemarahan yang meluas, dengan responden pertama 9/11 mengatakan bahwa pemerintah menempatkan teroris di atas warga AS biasa.
Menurut demonstran, kemarahan petani karena UU Pertanian malah menguntungkan pembeli swasta besar dengan mengorbankan produsen.
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan, masyarakat jangan menumpahkan kemarahan terhadap warga Malaysia yang tidak berkaitan dengan lagu parodi Indonesia Raya yang benuansa penghinaan tersebut.
Rencana administrasi Trump menjual senjata senilai $23,3 miliar ke Abu Dhabi, termasuk pesawat F-35 dan sistem udara tak berawak, memicu kemarahan para legislator di Washington, DC, yang mencoba menghentikan transfer tersebut.
Tak hanya meluapkan kemarahan di berbagai sosial media, menyusul kontroversi UU tersebut, warganet juga `menjual` Gedung DPR sebagai bentuk protes.