Rencana aneksasi Tepi Barat yang diduduki adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan memiliki konsekuensi besar bagi rezim tersebut.
Amerika Serikat (AS) menyatakan siap mengakui aneksasi (pencaplokan) sebagian besar wilayah Tepi Barat, sebagai bagian dari wilayah Israel.
Aneksasi Tepi Barat telah lama menjadi perhatian Israel, tetapi ditetapkan sebagai tujuan utama yang diperbarui dalam "kesepakatan abad ini " dari Presiden AS
Berbagai laporan memperingatkan bahwa kedua negara itu berupaya meletakkan dasar bagi aneksasi Israel sekitar setengah dari Tepi Barat, termasuk sebagian besar Lembah Jordan.
Washington juga direncanakan kembali ke kawasan Baltik, tempat AS pertama kali mengirim tentara setelah aneksasi Rusia atas semenanjung Ukraina Krimea pada 2014.
Para menteri luar negeri yang tergabung dalam Liga Arab mengecam rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, untuk mencaplok (aneksasi) Tepi Barat.
Israel sedang berusaha mendapatkan persetujuan dari Donald Trump untuk aneksasi wilayah pendudukan menjelang 17 September.
Cara yang dilakukan Rusia tersebut, menurut Tkachuk, sejak hubungan kedua negara buruk menyusul aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014