Kendati demikian, agenda tersebut tidak akan terealisasikan jika belum ada undangan resmi dari Washington.
Trump yang saat ini sedang berada di Osaka, Jepang untuk pertemuan G20, dijadwalkan mengunjungi Korea Selatan pada Sabtu (29/6) ini.
Jokowi dan Xi, dalam pertemuan tersebut, turut membicarakan kerja sama bilateral kedua negara
Trump mengecam Jerman karena kontribusinya pada pembangunan pipa gas Nord Stream 2, menambahkan bahwa itu hanya akan meningkatkan ketergantungan Eropa pada gas alam Rusia.
Menurut pernyataan Kremlin, kedua pemimpin itu membahas situasi di Iran, Suriah, Ukraina, dan Venezuela dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama 1 jam 20 menit.
Dalam iven tersebut, Trump sempat melontarkan lelucon kepada Putin, agar Rusia tidak ikut campur dalam pemilihan umum AS pada 2020 mendatang.
Perilaku destruktif AS dan terorisme ekonominya harus dihentikan.
Jokowi berharap agar negara-negara G20, pemimpin-pemimpinnya bisa menunjukkan kearifan dan kepemimpinan kolektif.
Partai Demokrat kembali menggelar debat kelayakan calon presiden untuk pemilihan umum 2020, di hari kedua, pada Kamis (27/6) malam.
Teheran menuduh AS sebagai terorisme ekonomi dan melepaskan perang psikologis lewat sanksi administrasi Trump.