Hal itu dikarenakan kini 98 persen perguruan tinggi sudah menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kerja sama ini dilakukan guna mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19, dengan cara penyediaan layanan telekomunikasi dan paket data terjangkau di perguruan tinggi.
Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ojat Darojat menyebut terdapat dua hal yang Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia masih rendah.
Nizam mengatakan Kemdikbud sebagai rumah bagi 80 juta peserta didik mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi, harus menjadi teladan dan menjauhkan diri dari KKN.
Wakil Rektor III Universitas Negeri Jakarta, Dr. Abdul Sukur mengatakan, rangkaian ajang yang berlangsung secara daring (online) tersebut telah berlangsung sejak 21 Mei dan berakhir pada 20 Juli 2020 mendatang, serta diikuti oleh 4.475 peserta dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia.
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Axton Salim mengatakan, program yang sudah berlangsung sejak 2006 itu bertujuan membantu mahasiswa S1 menyelesaikan riset atau tugas akhir, sebagai syarat kelulusan dari perguruan tinggi.
Kebijakan ini ditempuh mengingat selama pandemi Covid-19, civitas akademik perguruan tinggi diminta tetap melaksanakan perkuliahan daring, guna menekan angka penyebaran.
Sebagai gantinya, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nizam menyarankan ospek daring sebagai akibat masih ditutupnya seluruh perguruan tinggi.
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Nizam mengatakan kebijakan akademik di tengah pandemi Covid-19 untuk pembelajaran di semester depan sudah tertera dalam SKB Empat Menteri.
Ketua DPR RI Puan Maharani berharap agar Perguruan Tinggi (Sivitas Akademika) menghadirkan terobosan yang inovatif menghadapi tatanan kehidupan pasca-pandemi Covid-19.