Menurut Febri, pencegahan itu dilakukan untuk enam bulan, terhitung sejak 21 November 2017.
Salah satunya terkait posisi duduk Novanto saat mobil fortuner itu menghantam trotoar di di daerah Permata Hijau Jakarta.
Novanto, kata Zulhendri, senang mendapat buku darinya. Terlebih, kata Zulhendri, Novanto gemar membaca buku-buku yang menurutnya bagus.
Kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto dinilai menyandera DPR sebagai lembaga negara yang mewakili rakyat.
Saat insiden kecelakaan itu, saat itu Setnov sedang dalam pencarian penyidik KPK terkait statusnya sebagai tersangka E-KTP.
Menurut Febri, pihaknya terus memperkuat bukti maupun konstruksi hukum terkait rasuah dalam mega proyek bernilai Rp 5,9 triliun tersebut.
Disisi lain, diakui Akom, ada sejumlah tantangan yang dihadapi Golkar saat ini. Salah satunya menyatukan suara sejumlah pihak yang berseberangan terkait kasus hukum Novanto.
Kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto menjadi ujian besar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu terkait pembuktian kerugian negara senilai Rp 2,3 triliun.
Yang pasti, dentuman "Setnov effect" akan berpengaruh tidak saja terhadap pilkada 2018, tapi juga konstalasi pilpres 2019.
Meski demikian, Akom belum mau banyak memberikan keterangan kepada awak media. "Nanti saja ya, setelah keluar," ujar Akom.