Jika KPK tidak membuka kasus tersebut secara tuntas maka dapat dipastikan lembaga antirasuah itu bermain politik bilah bambu atau tebang pilih.
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto diyakini dapat meningkatkan elektabilitas partai setelah mengalami penurunan pasca diterpa kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Setya Novanto.
Andi mengaku bersalah dan menyesal telah melakukan korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP.
Diakui Nana, praperadilan gugur ketika pokok perkara disidangkan.
"Ini kan semacam ada apa, gak tau saya apakah masuk ke kotak ajaib atau apa," kata Maqdir Ismail.
Maqdir mengaku tak habis pikir mengenai hal itu. Menurut Maqdir, hal itu membuat tanda tanya besar.
Disisi lain, lanjut Maqdir, ada beberapa hal mendasar yang membuat pihaknya mengajukan keberatan.