India saat ini mencatat lebih banyak kasus baru virus korona daripada negara lain. Pada hari Senin, rata-rata tujuh hari untuk infeksi harian baru adalah sekitar 233.000, menurut Our World in Data.
Perhitungan berdasarkan data kementerian kesehatan menunjukkan bahwa di Turki menempati posisi kedua setelah India dalam kasus virus korona baru
Sejumlah negara yang sebelumnya angka penularan virus koronanya mulai menurun, saat ini tingkat penularan kembali melonjak karena masyarakatnya tidak disiplin menerapkan prokes.
Pada Senin (19/4) ini, ilmuwan Inggris sengaja memaparkan virus Covid-19 terhadap sejumlah responden yang sebelumnya telah terjangkit Covid-19, sebagai bentuk uji coba kekebalan tubuh dan melihat apakah orang dapat terinfeksi kembali.
Kota tersebut melaporkan 30 kasus virus corona baru pada Minggu, 29 di antaranya diimpor, menandai jumlah korban harian tertinggi sejak 15 Maret.
Kesiapan sejumlah daerah dalam menyikapi warganya yang pulang kampung lebih awal itu harus terus diupayakan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona ke daerah.
Negara Teluk itu menghadapi kebangkitan kasus virus dan kematian meskipun ada kemajuan dalam program vaksinasi massal, memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan penguncian nasional.
Vaksin COVID-19 dari Johnson & Johnson dan AstraZeneca menggunakan adenovirus, kelas virus flu biasa yang tidak berbahaya, untuk memasukkan protein virus corona ke dalam sel-sel di dalam tubuh dan memicu respons imun.
Pemerintah persatuan baru Libya meluncurkan program vaksinasi COVID-19 yang telah lama tertunda pada hari Minggu setelah menerima sekitar 160.000 dosis vaksin selama seminggu terakhir,
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo vaksinasi COVID-19 di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) bertujuan memberikan kekebalan terhadap virus COVID-19 agar dapat mendukung pencapaian target kinerja tahun 2021.