Dalam kesempatannya, jemaah diberikan waktu 3 jam dan akan didampingi oleh tenaga kesehatan profesional
Nizar berharap Arab Saudi memasukkan Indonesia ke dalam negara yang diizinkan mengirim jemaah umrah, di tengah tingginya angka Covid-19 di Tanah Air.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan untuk menghentikan penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), jalur masuk dan keluar secara khusus telah diatur di Masjidil Haram untuk para jemaah haji.
Mina, jaraknya 7 km timur laut dari Masjidil Haram di Mekah dan dalam batas-batasnya, biasanya akan menjadi situs kota tenda terbesar di dunia, menampung sekitar 2,5 juta peziarah.
Karena pandemi virus corona (COVID-19), haji tahun ini terbatas pada sekitar 1.000 jemaha, semuanya dari dalam Arab Saudi, sekitar 700 di antaranya adalah ekspatriat.
Arab Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah jamaah haji tahun 2020 ini, karena ancaman lanjutan dari virus corona (COVID-19) untuk kesehatan masyarakat global.
Pengaturan baru sudah dibuat untuk mengontrol masuk dan keluarnya jamaah haji ke Masjid Agung guna memastikan langkah-langkah pencegahan sosial yang efektif dan jarak jauh terhadap COVID-19
Jemaah haji akan diminta lagi untuk menjalani periode karantina kedua setelah mereka melakukan haji.
Pasalnya, ketentuan mengenai setoran awal seharusnya menjadi kesepakatan antara pihak penyelenggara ibadah umrah (PPIU) dan calon jemaah.
Peziarah juga akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang terpisah tidak lebih dari 20 orang per kelompok.