Partai politik (Parpol) yang secara resmi telah mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Jokowi tidak menutup kemungkinan akan bercerai atau terjadi perpecahan.
Wacana Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 dinilai sebagai mimpi di siang bolong.
Seorang pemimpin harus otentik dan memiliki pemikiran yang besar bagi masa depan bangsa. Dimana, pemimpin yang tangguh harus siap menghadapi segala bentuk cobaan, bukan sembunyi di balik pencitraan.
Di samping itu, adu program untuk membawa Indonesia menjadi negara maju, negara yang berkemajuan.
Di tengah pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi, masyarakat Bombana justru mengalami penindasan dengan perampasan tanah seluas 70.000 hektar oleh konglomerat asing.
Pemerintahan Presiden Jokowi diminta berbesar hati atau legowo dalam menerima setiap kritikan dari masyarakat. Sebab, rakyat memiliki kewenangan menilai kinerja pemerintah.
Kritik yang dilayangkan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais terkait bagi-bagi sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi dinilai sebagai bentuk kecintaan dam kerinduan.
Dukungan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam kontestasi Pilpres 2019 terus mengalir.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari yang mempersoalkan pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait pemilihan calon wakil presiden (Cawapres) dinilai tidak mutu.
PKB menanggapi santai pernyataan kader PDIP Eva Kusuma Sundari yang menyebut pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bentuk tekanan atau ancaman terhadap Presiden Jokowi soal Cawapres.