Pertemuan itu bertepatan dengan peringatan 10 tahun Kim secara efektif mengambil alih kepemimpinan negara setelah kematian ayahnya pada 2011.
Putra mahkota Arab Saudi mengatakan kepada pertemuan tahunan para pemimpin Teluk sebelum komunike terakhir dikeluarkan bahwa program nuklir dan rudal musuh lama Iran harus ditangani dengan serius dan efektif.
Pernyataan itu menawarkan penilaian pesimistis terhadap upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan di mana Iran telah membatasi program nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi AS, Uni Eropa dan PBB.
Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 diperkirakan akan dilanjutkan pada Kamis (9/12), menurut keterangan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian
Kunjungan itu dilakukan seminggu setelah negosiasi antara Iran dan negara-negara besar dilanjutkan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Teguran itu datang ketika para diplomat menghentikan putaran ketujuh pembicaraan internasional yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.
Iran telah menyerahkan rancangan (draft) penghapusan sanksi dan komitmen nuklir ke Uni Eropa, di tengah upaya dunia mengembalikan Iran ke dalam Pakta Nuklir.
Iran dan negara-negara besar sedang mencoba, dalam pembicaraan di Wina, untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 di mana Teheran membatasi program nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi AS, Uni Eropa dan PBB.
Pengumuman itu tampaknya melemahkan pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Israel sangat khawatir kekuatan dunia akan menghapus sanksi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan yang tidak memadai pada program nuklir Negeri Para Mullah itu.