Pada 3 Oktober 1993, Pertempuran Mogadishu selama dua hari dimulai selama Perang Saudara Somalia, menewaskan 19 orang Amerika dan antara 200 dan 300 orang
PBB bersolidaritas dengan pemerintah Kenya dan Somalia guna memerangi terorisme dan ekstremisme
Sebelas lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan dua gedung pelayanan pada hari sebelumnya.
Somalia, Afghanistan, India, Pakistan di antara korban penembakan yang menewaskan 49 orang.
Amerika Serikat melakukan serangan udara reguler di Somalia untuk mendukung pemerintah yang didukung PBB di sana, yang telah berperang melawan pemberontakan al Shabaab selama bertahun-tahun.
pemberontak ekstremis Islam Somalia, al-Shabab, yang bersekutu dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Boqore, seorang politisi yang blak-blakan dan salah satu anggota parlemen terlama di negara itu.
Somalia menempati peringkat negara terkorup selama 7 tahun berturut-turut, diikuti oleh Sudan Selatan
Komando Afrika militer (Africom) mengatakan pada Senin (17/12) bahwa empat serangan yang dilepasakan pada Sabtu (15/12), menewaskan 34 pejuang, dan dua lagi pada Minggu (16/12), yang menewaskan 28 orang.
Para pekerja pemerintah termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan
Para migran berasal dari Somalia, Pakistan, Afghanistan, Iran, Palestina, Irak, Tunisia, dan Maroko