Minum kopi sambil menjalani pengobatan antibiotik bisa jadi bukan ide terbaik. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kafein dapat mengganggu efektivitas antibiotik tertentu dalam melawan bakteri seperti Escherichia coli (E. coli).
Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa zat seperti kafein dapat mengubah respons bakteri terhadap antibiotik tanpa perlu mutasi atau gen kebal baru. Perubahan itu membuat beberapa antibiotik menjadi kurang efektif—bukan karena rusak, tapi karena bakteri belajar menghindarinya.
Penelitian terbaru dari Duke University mengungkap bahwa otak bisa mendeteksi sinyal kimia dari bakteri usus dalam waktu nyata, dan sinyal ini dapat langsung memengaruhi perilaku kita, termasuk nafsu makan, hanya dalam hitungan menit.
Meskipun belum dipastikan apakah bakteri ini berbahaya, kaitannya dengan Niallia circulans—spesies yang dapat menyebabkan infeksi serius pada individu dengan sistem imun lemah—menjadi perhatian. Para ilmuwan tengah membandingkan keduanya untuk melihat perbedaan genetik, ketahanan terhadap radiasi, dan tingkat virulensinya.
Sebuah tinjauan ilmiah terbaru mengungkap bahwa mikrobioma usus—kumpulan triliunan bakteri baik di dalam perut—berperan penting dalam memperkuat sistem imun, menjaga stabilitas genetik, dan bahkan memperlambat proses penuaan.
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang tak sadar bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari justru membuka peluang lebih besar bagi bakteri Mycobacterium tuberculosis untuk menyerang tubuh.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi yogurt secara teratur dapat menurunkan risiko jenis kanker tertentu yang sangat sulit terdeteksi, yaitu kanker kolorektal yang mengandung bakteri Bifidobacterium, yang ditemukan dalam sekitar 31% kasus kanker yang diteliti.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesehatan mulut berperan penting dalam memperlambat proses penurunan kognitif, mengingat bakteri dalam mulut dapat memengaruhi fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Beberapa bakteri yang hidup di mulut kita ternyata bisa memengaruhi fungsi otak, terutama seiring bertambahnya usia.
Air tanah yang menjadi sumber dari AMDK itu bisa saja terkontaminasi oleh berbagai bakteri dan mineral-mineral yang terkandung dalam tanah.