Ekspor utama produk pertanian Indonesia ke Rusia yaitu kelapa sawit (USD 467 juta), kelapa (USD 40 juta), kakao (USD 39 juta), kopi (USD 37 juta), dan karet (USD 32 juta).
Lampung memiliki banyak potensi komoditi unggulan seperti ubi kayu nomor satu di dunia, nanas, singkong, pisang, kopi dan kakao.
Komoditas pertanian yang memiliki peran besar dalam peningkatan ekspor ini antara lain komoditas kopi, tanaman obat aromatik dan rempah, biji kakao, dan sarang burung walet.
Tercatat di tahun 2020 sebanyak 145 kali eksportasi dibandingkan 36 kali di tahun lalu, dan 55 eksportir yang tercatat di triwulan pertama dibandingkan 18 pelaku usaha dibidang agribisnis asal Kaltara di tahun 2019.
Sejak awal persiapan Hari Pangan Sedunia, para peneliti Balitbangtan mendampingi para petani dan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang terus digunakan hingga saat ini.
Di tempat ini, sebelumnya petani rata-rata hanya mampu menghasilkan 0,5 – 1,5 ton per hektare.
Mesin grafting ini juga bisa digunakan oleh segala jenis tanaman tahunan seperti kakao dan buah buahan.
Harga referensi tersebut meningkat USD 109,97 atau 15,07% dari periode Januari 2020 yang hanya sebesar USD 729,72/MT.
UNTUK mendorong ekspor tiga kali lipat (2020-2024), Ditjen Perkebunan merancang program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing (Grasida) yang fokus pada tujuh komoditas, yaitu kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala dan vanili
Sulbar melakukan peremajaan kakao seluas 270 hektare lahan dan perluasan kopi 300 hektare.