Istilah neo orba (orde baru) marak di kalangan akademisi dan politisi usai Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan batas usia capres-cawapres.
Ini ditentukan dengan putusan MK dengan tujuan untuk meloloskan anak presiden untuk menjadi cawapres di 2024 kemudian kalau kita bicara soal pelanggaran ham, politik dinasti dan neo orba maka saya sampaikan kami mahasiswa Indonesia akan terus menjaga demokrasi kita.
Jadi kami menunggu undangan kalian kita aksi dimana. Saya terharu #kamimuak ketika kalian bergerak di 899 kampus, kami merasa terpanggil untuk bersama kalian. Kekuasan ini harus segera usai.
Jadi saya kira dorongan moral dari para mahasiswa itu merupakan tuntutan untuk diteruskan prosesnya melalui MPR untuk impeachment (pelengseran). Jadi saya kira itu logika gerakannya. Cuma dengan cara melengserkan Jokowi, dinastinya berhenti.
Sebanyak 10 ribu selebaran telah dibagikan kepada masyarakat di Aceh yang isinya mengajak masyarakat menolak tegas dan keras terhadap calon presiden yang mempunyai rekam jejak penculikan aktivis dan praktik politik dinasti.
Jadi aksi ini memang dilakukan serentak oleh mahasiswa. Kami menuntut pemerintah untuk menindak atau mengusut tuntas tentang pelanggaran HAM berat baik yang sudah diakui maupun yang belum diakui.
Informasi yang diterima, penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB tadi ketika para mahasiswa tengah membagikan selebaran di depan Kampus Unisda.
Tempo pernah nulis beberapa waktu lalu bahwa Prabowo itu adalah produk gagal orde baru dan Gibran adalah anak haram konstitusi, kita mau bicara dan sampaikan bahwa Prabowo-Gibran adalah bentuk humor dan kelucuan dalam ruang demokrasi kita.
Yang lebih mengecewakan, proses menjadi cawapres melanggar kode etik Mahkamah Konstitusi. Prosesnya saja menabrak konstitusi, apa mungkin kita bisa mengharapkan dari sosok pemimpin seperti itu untuk memimpin negeri ini.