Pertemuan itu dijadwalkan hanya beberapa minggu sebelum pakta tersebut dapat berakhir kecuali tuntutan Rusia mengenai ekspornya sendiri dipenuhi.
Polandia meluncurkan pelmbatasan pada hari sebelumnya, mengutip kebutuhan untuk melindungi pasar lokal dari destabilisasi yang disebabkan oleh masuknya produk murah dari Ukraina.
Larangan yang mulai berlaku pada Sabtu malam, juga akan berlaku untuk transit produk-produk ini melalui negara tersebut.
Meskipun Polandia mendukung Ukraina, Polandia terpaksa bertindak untuk melindungi para petaninya.
Perjanjian tersebut sejauh ini memungkinkan ekspor lebih dari 27 juta ton biji-bijian dan produk pertanian.
Rusia sebelumnya telah meminta untuk memperbarui kesepakatan hanya selama 60 hari, setengah dari jangka waktu perpanjangan sebelumnya, sementara Ukraina bersikeras untuk perpanjangan 120 hari.
Türkiye mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya akan melanjutkan pembicaraan untuk memperpanjang kesepakatan selama 120 hari, bukan 60 hari
Moskow mengatakan tidak akan menentang perpanjangan apa yang disebut Inisiatif Butir Laut Hitam yang bertujuan meredakan krisis pangan global, seperti yang dikhawatirkan.
Lebih dari 23,7 juta ton telah diekspor di bawah Inisiatif Butir Laut Hitam yang ditengahi oleh PBB dan Turki.
Jadi tentu harus kita dukung kebijakan Pak Presiden itu ya, saatnya kita optimalkan sumber daya alam kita sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi.