Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) membantah adanya dualisme di internal partainya. Meski ada saling pecat di internal kepengurusan partainya.
Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan siap untuk menyerahkan mandat pimpinan Hanura kepada Wiranto.
Partai Hanura akan menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) minggu ini. Hal itu pasca pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua umum (Ketum) Partai Hanura.
Harta bergerak Bamsoet lainnya senilai Rp 988.000.000. Nilai tersebut terdiri dari logam mulia, batu mulia,dan barang-barang seni dan antik.
Setelah menugaskan Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Kahar Muzakir menjadi Ketua Komisi III DPR.
Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengatakan, perpecahan yang terjadi di internal Hanura sebaiknya memang harus diselesaikan sesuai dengan AD/ART partai.
Pengurus Partai Hanura memecat Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua umum (Ketum). Alasan pemecatan OSO dinilai karena mencoreng nama baik partai terkait permintaan mahar politik.
Alasan pemecatan OSO dinilai karena mencoreng nama baik partai terkait permintaan mahar politik.
Partai Hanura memanas dan antar pengurus saling pecat. Sejumlah elite Partai Hanura memecat Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketum Hanura. Dan OSO balik memecat Syarifuddin Sudding dari Sekjen Hanura.
Partai Golkar secara resmi menunjuk Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menggantikan posisi Setya Novanto.