Isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) adalah isu yang masih mengganjal terutama menjelang Pemilu serentak 2019
Akibat hoax, masyarakat pemilih menjadi khawatir dan apatis. Ini bisa menurunkan partisipasi politik dalam Pemilu serentak 2019.
Jelang pencoblosan Pemilu serentak 2019, tensi politik mulai dari elite sampai masyarakat mulai memanas. Untuk itu, warga negara diminta untuk tetap sabar dan menahan diri.
pemilu dilakukan secara serentak (Pileg dan Pilpres dilakukan secara bersamaan).
KPU dan partai politik (Parpol) sebagai pihak yang dapat mengatasi terjadinya golongan putih (Golput) pada Pemilu serentak 2019 mendatang.
Seluruh warga negara diundang ke tempat pemungutan suara untuk memilih dalam Pemilu serentak, baik memilih Presiden maupun anggota DPR, DPRD Kabupaten/kota, dan DPR Provinsi serta anggota DPD.
Menjelang Pemilu serentak (Pileg dan Pilpres serentak), Wakil Ketua MPR Mahyudin mengingatkan masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Jangan mudah terprovokasi dan diadu-domba.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk tidak membangun opini publik yang dapat menciptakan pelaksanaan Pemilu serentak 2019 tidak kondusif.
Presiden Jokowi meminta kepada semua pihak khususnya kepada elite partai politik untuk menghindari segala jenis fitnah atau berita hoax menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2019.
Meski Pemilu serentak 2019 tinggal hitungan bulan, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan stabilitas negara tetap kondusif. Untuk itu, semua elemen masyarakat diminta tidak perlu khawatir.