Pemilu serentak 2019 berpotensi kerawanan antar pendukung pasangan capres-cawapres dan calon legislatif (Caleg) yang bertarung. Ada beberapa faktor potensi kerawanan pada Pemilu 2019.
PAN menghormati strategi Partai Demokrat dalam menghadapi kontestasi Pemilu serentak 2019 mendatang. Dimana, Ketua Umum Partai Demokrat SBY baru terjun kampanye Pilpres pada Maret 2019.
Pelaksanaan Pemilu 2019 yang digelar secara serentak antara Pilpres dan Pileg, terpaksa membuat partai politik (Parpol) yang ada dalam koalisi harus menjadi kawan dan lawan.
Dewan Pers mengingatkan seluruh media, baik televisi, online, cetak, dan radio untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2019 mendatang.
Indonesia baru melakukan pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak pada 17 April 2019. Pemilu serentak membawa dinamika dan potensi tersendiri
Pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar pelaksanaan Pemilu serentak 2019 berjalan dengan sejuk dan damai.
Tim Kirab Satu Negeri yang membawa Bendera Merah Putih berkeliling seluruh wilayah Indonesia serentak bertolak dari lima titik terluar pagi ini. Lima titik pemberangkatan adalah Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT) dan Merauke (Papua)
Sikap politik Partai Demokrat yang bermain dua kaki pada Pemilu serentak 2019 adalah atas perintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Agar lolos parliamentary threshold atau ambang batas suara minimal untuk masuk parlemen, maka seluruh partai politik harus memiliki seni tinggi dalam menghadapi Pemilu serentak 2019 mendatang.
Memasuki usia kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun, kita menorehkan sejarah bangsa yang menentukan, yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dilaksanakan serentak tahun 2019 nanti.