Sanksi tersebut menargetkan puluhan perusahaan pertahanan Rusia, ratusan anggota parlemen dan kepala eksekutif bank terbesar di Negeri Beruang Merah itu.
Negara-negara G7 akan segera mengumumkan tanggapan terpadu untuk memastikan Rusia tidak dapat menghindari sanksi Barat yang dikenakan atas invasinya ke Ukraina dengan bantuan China atau negara lain mana pun.
AS, Jepang dan Australia telah memberikan sanksi kepada entitas atau orang Rusia, India belum menjatuhkan sanksi pada pemasok perangkat keras militer terbesarnya.
Para pejabat AS telah menyampaikan saran tersebut selama sebulan terakhir kepada Turki, tetapi tidak ada permintaan khusus atau formal yang dibuat.
Komentar Wang muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan rekannya dari China, Xi Jinping, pada hari Jumat tentang konsekuensi jika Beijing memberikan dukungan material untuk invasi Rusia ke Ukraina.
Xi mengatakan pada pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut bahwa hubungan negara ke negara tidak boleh ke tahap konfrontasi militer.
China mengatakan Taiwan, yang dipandangnya sebagai provinsi yang memisahkan diri untuk dibawa kembali, dengan paksa jika perlu, adalah masalah paling sensitif dan penting dalam hubungannya dengan AS.
Kejahatan perang telah dilakukan di Ukraina dan para ahli AS sedang mengumpulkan bukti untuk membuktikannya.
Klaim Biden bahwa Presiden Vladimir Putin adalah penjahat perang karena menyerang Ukraina adalah pernyataan yang tak termaafkan oleh pemimpin negara yang telah membunuh warga sipil dalam konflik di seluruh dunia.
Tuduhan Biden muncul setelah Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, pasukan Rusia menjatuhkan bom kuat di sebuah teater di kota pelabuhan selatan Mariupol yang terkepung.