Jelang Pilpres 2019, selain Jokowi dan Prabowo, kembali bermunculan nama-nama tokoh yang digadang-gadang bakal maju sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden.
Dukungan Partai Golkar terhadap Presiden Jokowi di Pilpres 2019 belum aman. Hal itu setelah KPK resmi menjebloskan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ke balik jeruji besi, Senin (20/11) dini hari.
Novanto dijebloskan ke jeruji besi rumah tahanan KPK usia menjalani pemeriksaan perdana dengan statusnya sebagai tersangka.
Jika Golkar berpaling, partai koalisi di kubu Jokowi pasti akan gaduh. Langkah Golkar berpotensi memicu partai-partai lain anggota koalisi untuk mengevaluasi dukungannya kepada Jokowi.
DPR dibawah pimpinan Setya Novanto telah memanjakan pemerintahan Presiden Jokowi. Bagaimana tidak, DPR kerap memuluskan setiap kebijakan pemerintahan Jokowi.
Presiden Jokowi mengingatkan Ketua DPR Setya Novanto sebagau tersangka dugaan korupsi pengadaan e-KTP dapat mematuhi proses hukum yang berlaku di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun dari kencangnya suara Surya Paloh, Jokowi hanya terdiam. Pendukung Nasdem tepuk tangan, Jokowi tidak perlihatkan wajah senang atau tersenyum. Diam.
Pemerintahan Presiden Jokowi diminta tidak mengutamakan kepentingan asing ketimbang bangsa sendiri. Hal itu terkait rencana pemerintah mengalihkan pengelolaan sejumlah perusahaan BUMN kepada asing.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) memastikan Presiden Jokowi tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang dihadapi Ketua DPR Setya Novanto.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak mau diseret-seret Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses penegakan hukum.