Presiden Jokowi menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan posisi Jenderal Gatot Nurmantyo.
Presiden Jokowi disebut-sebut berpotensi mengambil alih Ketua Umum Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Bagaimana tanggapan politikus PDI Perjuangan (PDIP)?
Komisi I DPR menunggu proses di pimpinan DPR dan Badan Musyawarah (Bamus) DPR terkait calon Panglima TNI yang telah diserahkan Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan posisi Jenderal Gatot Nurmantyo.
Presiden Jokowi menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan posisi Jenderal Gatot Nurmantyo.
Presiden Jokowi mengirim surat pemberhentian secara hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan mengusulkan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI.
Di tengah kisruh internal Partai Golkar, ada keinginan Presiden Jokowi yang terpendam terhadap partai berlambang pohon beringin itu.
Airlangga Hartarto diyakini dapat menyelamatkan Partai Golkar dari kehancuran. Untuk itu, Airlangga digadang-gadang untuk maju sebagai ketua umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto.
Presiden Jokowi akan bebas hambatan, jika ingin mengambil alih ketua umum (Ketum) Partai Golkar dari Setya Novanto. Sebab, tidak akan ada yang bisa menolak Jokowi jadi Ketum Golkar.
Presiden Jokowi disarankan untuk mengambil alih Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto. Hal itu untuk menyudahi kisruh yang sedang bergejolak di internal Golkar.