Murphy mengatakan Trump bisa saja menjadikan dalil ketegangan dengan Iran untuk membenarkan memasok lebih banyak senjata ke Arab Saudi.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan ketidaksetujuannya dengan implementasi perjanjian nuklir 2015.
Utusan AS di Baghdad mengatakan Washington telah membebaskan Baghdad dari beberapa sanksi anti-Iran.
AS berusah mengobarkan Iranophobia agar leluasa memeras susu negara-negara Arab di kawasan itu.
Rouhani menggarisbawahi bagaimana Washington secara teratur mengembalikan ancamannya terhadap Iran tak lama setelah mengeluarkannya.
Maliki pada Senin mengklaim bahwa Houthi telah menembakkan dua rudal balistik ke kota-kota Mekah dan Jeddah, tetapi keduanya telah dicegat oleh pertahanan udara Saudi.
Diplomasi tidak bisa dilakukan saat ini, di mana ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) sedang memuncak.
Pernyataan Kocijancic muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan cuitan di media sosial yang terkesan mengancam.
Trump bersedia terlibat dalam negosiasi dengan Iran, jika Negeri Para Mullah itu sudah siap di tengah tekanan sepihak Washington terhadap Teheran.
Desakan itu menyusul meningkatanya ketegangan satu sisi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sisi lain, sekutu Teluknya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).