Zarif mengatakan negaranya ingin membangun hubungan yang seimbang dengan tetangga-tetangga Teluk Arab.
Kunjungannya itu sehari setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah.
Putusan pengadilan Prancis bermotivasi politik dan bertentangan dengan prinsip-prinsip perjanjian nuklir Iran serta aturan internasional lainnya.
Presiden AS, Donald Trump juga mengklaim bahwa tentara tambahan yang dikerahkan ke Timur Tengah hanya bersifat melindungi pasukannya.
Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (25/5), bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke Islamabad.
Zarif menyebut keputusan Amerika Serikat (AS) mengirim 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah, sebagai ancaman bagi perdamaian internasional.
Zarif menyebut bahwa begitulah sejatinya sikap Trump terhadap rakyat Iran, yang bertentangan dengan klaimnya peduli terhadap rakyat Iran.
Dengan dalih keadaan darurat nasional karena ketegangan dengan Iran, kongres yang menok keras penjualan sentara tersebut pun tidak bisa berbuat banyak pada Jumat (24/5) waktu setempat.
AS mulai memperkuat kehadirannya di wilayah Teluk Persia bulan ini dalam menanggapi dugaan ancaman dari Iran. Teheran mengecam langkah AS itu sebagai perang psikologis.
Namun baru-baru ini, pemerintah AS telah menghentikan retorikanya, dengan Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada pembantunya untuk menghindari bentrokan militer dengan Iran.