Tiga kasus tersebut ditemukan di kota Ruili di provinsi Yunnan barat, titik penyeberangan perbatasan darat utama dengan negara tetangga Myanmar.
Minggu lalu, seorang anggota staf yang berkerja Suu Kyi di Yangon dinyatakan positif terjangki COVID-19.
Pengumumam maju kembali dipandang sebagai ujian bagi reformasi demokratis sementara negara Asia Tenggara itu.
Militer menangkap, menyiksa, atau membunuh puluhan pria. Setelah membakar hingga 700 rumah di desa Tin Ma di Kyauktaw pada 22 Maret, 10 pria menghilang.
Pembebasan itu dilakukan setelah muncul kekhawati penjara-penjara Myannar yang penuh sesak tersebut bisa menjadi pusat penyebaran wabah virus corona (COVID-19) yang tak terkendali.
Beberapa hari setelah itu dilaporkan bahwa belasan orang tewas di atas kapal yang ditolak masuk ke negara itu dan dibiarkan terapung-apung.
Anggota parlemen daerah, Tun Thar Sein, mengatakan, pertempuran Sabtu (29/2/) pecah setelah Tentara Arakan menyerang konvoi militer yang melewati daerah itu.
Keputusan Mahkamah Internasional itu dikeluarkan meskipun banding bulan lalu oleh pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi bagi para hakim untuk membatalkan kasus itu
Sidang Umum meloloskan resolusi yang menyerukan agar pemerintah Myanmar mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencegah pelanggaran HAM terus terjadi.
Umat beragama di Myanmar, Cina, Palestina, dan India menjadi korban konflik dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh umat beragama lain