Sebuah pertemuan politbiro kuat dari partai yang berkuasa di Korea Utara (Korut), yang dipimpin oleh pemimpin Kim Jong Un, sepakat mempertimbangkan untuk melanjutkan uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya membela peluncuran rudal hipersonik Korea Utara baru-baru ini sebagai latihan pertahanan diri yang benar.
Kim mendesak para ilmuwan militer untuk lebih mempercepat upaya membangun kekuatan militer strategis negara itu baik dalam kualitas maupun kuantitas dan lebih jauh memodernisasi tentara.
Peluncuran pada Rabu (6/1) adalah yang pertama Korea Utara sejak Oktober dan terdeteksi oleh beberapa militer di kawasan itu, menuai kritik dari pemerintah di Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang.
Dalam dekade sejak Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan, Korea Utara telah melihat kemajuan pesat dalam teknologi militernya dengan mengorbankan sanksi internasional.
Grafiti itu ditemukan saat Pyongyang menjadi tuan rumah Rapat Pleno Keempat Komite Sentral Kedelapan dari Partai Buruh Korea yang berkuasa, pada 22 Desember 2021 lalu.
Dalam pidatonya sendiri pada Malam Tahun Baru, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak menyebutkan seruan Moon untuk sebuah deklarasi yang secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950 hingga 1953, atau pembicaraan denuklirisasi yang terhenti dengan Amerika Serikat.
Pertemuan itu bertepatan dengan peringatan 10 tahun Kim secara efektif mengambil alih kepemimpinan negara setelah kematian ayahnya pada 2011.
Wakil Menteri Luar Negeri Choi Jong-kun dan para pembantunya akan mengadakan pembicaraan daring pada hari Kamis dengan tim yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng, pertemuan pertama sejak Juni 2017.
SiCepat juga menyalurkan donasi sebesar Rp 20 juta melalui Ardito Soepomo selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asperindo Jawa Timur.