Kenaikan BBM akan memunculkan masalah-masalah sosial dan inflasi serta lonjakan angka kemiskinan yang lebih besar.
Kalau tidak dinaikkan, pembengkakan APBN bisa berbahaya. Jika semula subsidinya Rp 200 triliun, bebannya jadi Rp 500 triliun. Bahkan bisa lebih Rp 600 triliun.
Syarief Hasan menilai, kenaikan BBM Bersubsidi akan semakin melemahkan daya beli masyarakat.
Kenaikan harga BBM bersubsidi ini juga dirasanya bakal mempengaruhi daya belanja masyarakat, termasuk kelas menengah.
Kenaikan ini juga didorong pendapatan sebesar Rp7,47 triliun yang naik 27% jika dibandingkan periode sebelumnya yang hanya Rp5,87 triliun
Kenaikan harga pangan disebut pengaruhi daya beli petani.
Besarnya subsidi BBM yang dikeluarkan oleh pemerintah membuat warganet bereaksi. Hal itu terlihat dari tagar ReformasiSubsidiUntukRakyat.