Data dari metode pengumpulan data yang baru ini mesti disyukuri, yang tentunya tidak lagi menimbulkan pro kontra dan polemik terkait data produksi padi dan beras.
Terlepas dari peningkatan produksi padi dan jagung, kesejahteraan petani terlihat dari membaiknya Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dalam beberapa tahun terakhir.
Apabila digarap 10 juta hektar saja, ditanam minimal dua kali setahun, dengan produktivitas 6 ton per hektar, akan menghasilkan padi 120 juta ton setara 60 juta ton beras
Lahan rawa mampu menghasilkan pangan, terutama beras pada musim paceklik. Jadi paceklik yang terjadi pada November hingga Januari tidak menyebabkan stok padi nasional turun drastis.
Permasalahan kekurangan gizi besi memang merupakan permasalahan serius bagi dunia dan Indonesia.
Peningkatan produksi padi naik 4,07 persen, jagung 12,5 persen dan kedelai 8,79 persen per tahun.
PT Minna Padi menegaskan siap memberikan modal Rp4,5 Triliun. Namun, upaya PT Minna Padi terbentur di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Produktivitas padi bahkan mencapai 6,5 juta ton per hektar.
Rumus sederhananya harus menanam padi satu juta hektare per bulan. Jika di bawah jumlah itu akan terjadi paceklik.
Selain umur padi yang pendek, Inta pun mengaku puas dengan produktivitas yang mencapai 9,6 ton per hektare.